Kamis, 13 November 2014

Mind Mapping

Penentuan Harga Produk Dan Jasa


Pengukuran Dan Pengendalian Biaya Mutu dan Produktivitas






Senin, 10 November 2014

ETIKA AUDITING

ETIKA AUDITING

Pengertian Etika
Menurut bahasa Yunani Kuno, etika berasal dari kata ethikos yang berarti “timbul dari kebiasaan”. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
Pengertian Auditing
Auditing merupakan suatu proses yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki kemampuan serta independen dalam menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti dari keterangan yang terukur pada suatu kesatuan ekonomi dengan tujuan untuk mempertimbangkan dan melaporkan tingkat kesesuaian dari keterangan yang terukur tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Pengertian Etika Auditing
            Etika dalam auditing merupakan suatu prinsip yang digunakan untuk melakukan suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi untuk menentukan serta melaporkan kesesuaian informasi yang dimaksud dengan kriteria-kriteria yang dilakukan oleh seorang yang berkompeten serta independen.

Kepercayaan Publik 
Profesi akuntan memegang peranan yang penting dimasyarakat, sehingga menimbulkan ketergantungan dalam hal tanggung-jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan Publik merupakan kepentingan masyarkat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.

Tanggung Jawab Auditor Kepada Publik
Kepentingan publik diartikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani secara keseluruhan. Publik akan mengharapkan akuntan untuk dapat memenuhi tanggung jawabnya dengan integritas, obyektifitas, keseksamaan profesionalisme, dan kepentingan untuk melayani publik. Para akuntan diharapkan memberikan jasa yang berkualitas, mengenakan jasa imbalan yang pantas, serta menawarkan berbagai jasa dengan tingkat profesionalisme yang tinggi. Atas kepercayaan publik yang diberikan inilah seorang akuntan harus secara terus-menerus menunjukkan dedikasinya untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.
Justice Buger mengungkapkan bahwa akuntan publik yang independen dalam memberikan laporan penilaian mengenai laporan keuangan perusahaan memandang bahwa tanggung jawab kepada publik itu melampaui hubungan antara auditor dengan kliennya.
Ketika auditor menerima penugasan audit terhadap sebuah perusahaan, hal ini membuat konsequensi terhadap auditor untuk bertanggung jawab kepada publik. Penugasan untuk melaporkan kepada publik mengenai kewajaran dalam gambaran laporan keuangan dan pengoperasian perusahaan untuk waktu tertentu memberikan ”fiduciary responsibility” kepada auditor untuk melindungi kepentingan publik dan sikap independen dari klien yang digunakan sebagai dasar dalam menjaga kepercayaan dari publik.

 Tanggung Jawab Dasar Auditor
Sebelum auditor bertanggung jawab kepada publik, maka seorang auditor memiliki tanggung jawab dasar yaitu :
1.        Perencanaan, Pengendalian, dan Pencatatan
    Auditor perlu merencanakan, mengendalikan, dan mencatat pekerjaannya.
2.    Sistem Akuntansi
Auditor harus dapat mengetahui dengan pasti bagaimana sistem pencatatan dan pemrosesan transaksi dan memiliki kecukupannya sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.
3.    Bukti Audit
        Auditor akan memperoleh bukti audit yang relevan dan reliable untuk dapat memberikan kesimpulan rasional.
4.    Pengendalian Intern
Apabila auditor berharap untuk menempatkan kepercayaan kepada pengendalian internal, maka hendaknya harus dapat memastikan dan mengevaluasi pengendalian itu dan melakukan compliance test.
5.      Meninjau Ulang Laporan Keuangan yang Relevan
       Auditor dapat melaksanakan tinjauan ulang mengenai laporan keuangan yang relevan dengan seperlunya, dlam hubungannya dengan kesimpulan yang diambil berdasrkan bahan bukti audit lain yang didapatkan dan untuk member dasar rasional atas pendapat mengenai laporan keuangan.

Independensi Auditor
Independensi adalah keadaan bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain. Terdapat tiga aspek independensi seorang auditor, yaitu sebagai berikut :
a.  Independence in fact (independensi dalam fakta). Artinya auditor harus mempunyai kejujuran yang tinggi, keterkaitan yang erat dengan objektivitas.
b.  Independence in appearance (independensi dalam penampilan). Artinya pandangan pihak lain terhadap diri auditor sehubungan dengan pelaksanaan audit.
c.  Independence in competence (independensi dari sudut keahliannya). Independensi dari sudut pandang keahlian terkait erat dengan kecakapan profesional auditor.

Peraturan Pasar Modal dan Regulator Mengenai Independensi Akuntan Publik
Pasar modal memiliki peran yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. institusi yang bertugas untuk melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan sehari-hari kegiatan pasar modal di Indonesia adalah Badan Pengawas Pasar Modal atau Bapepam. Bapepam mempunyai kewenangan untuk memberikan izin, persetujuan, pendaftaran kepada para pelaku pasar modal, memproses pendaftaran dalam rangka penawaran umum, menerbitkan peraturan pelaksanaan dari perundang-undangan di bidang pasar modal, dan melakukan penegakan hukum atas setiap pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Salah satu tugas pengawasan Bapepam adalah memberikan perlindungan kepada investor dari kegiatan-kegiatan yang merugikan seperti pemalsuan data dan laporan keuangan, window dressing,serta lain-lainnya dengan menerbitkan peraturan pelaksana di bidang pasar modal. Dalam melindungi investor dari ketidakakuratan data atau informasi, Bapepam sebagai regulator telah mengeluarkan beberapa peraturan yang berhubungan dengan kereablean data yang disajikan emiten baik dalam laporan tahunan maupun dalam laporan keuangan emiten.

Ketentuan-ketentuan yang telah dikeluarkan oleh Bapepam antara lain adalah Peraturan Nomor: VIII.A.2/Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-20/PM/2002 tentang Independensi Akuntan yang Memberikan Jasa Audit Di Pasar Modal.

Sumber :
-          http://id.wikipedia.org
-          http://jabbarspace.blogspot.com/2013/11/etika-dalam-auditing.html
-          http://albantantie.blogspot.com/2013/11/etika-dalam-auditing.html
-          http://zakyways.blogspot.com/2013/10/etika-dalam-auditing.html

Minggu, 12 Oktober 2014

Etika Governance

ETIKA GOVERNANCE

Governance System
            Istilah sistem pemerintahan merupakan kombinasi dari dua kata, yaitu “sistem” dan “pemerintah”. Sistem merupakan keseluruhan yang terdiri dari beberapa bagian yang memiliki hubungan fungsional antara bagian-bagian dan hubungan fungsional dari keseluruhan, sehingga hubungan ini menciptakan ketergantungan antara bagian-bagian yang terjadi, jika satu bagian tidak bekerja dengan baik maka akan mempengaruhi keseluruhan. Sedangkan pemerintah menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia yaitu pemerintahan berarti proses, cara, perbuatan memerintah dan segala urusan yang dilakukan negara dalam menyelenggarakan  kesejahteraan rakyat dan kepentingan negara. Dan pemerintahan dalam arti luas yaitu segala sesuatu yang dilakukan dalam menjalankan kesejahteraan negara dan kepentingan negara itu sendiri. Dari pengertian tersebut, secara harfiah berarti sistem pemerintahan sebagai bentuk hubungan antar lembaga negara dalam melaksanakan kekuasaan negara untuk kepentingan negara itu sendiri dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyatnya.
            Dengan demikian, dapat disimpulkan sistem pemerintahan merupakan sistem pemerintahan negara dan administrasi hubungan antara lembaga negara dalam rangka administrasi negara.

Budaya Etika
            Ethical Governance (Etika Pemerintahan) adalah ajaran untuk berperilaku yang baik dan benar sesuai dengan nilai-nilai keutamaan yang berhubungan dengan hakikat manusia. Dalam Ethical Governance (Etika Pemerintahan) terdapat juga masalah kesusilaan dan kesopanan yang termasuk dalam aparat, aparatur, struktur dan lembaganya. Etika pemerintahan tidak terlepas dari filsafat pemerintahan. Filsafat pemerintahan itu sendiri merupakan prinsip pedoman dasar yang dijadikan sebagai fondasi dalam pembentukan dan perjalanan roda pemerintahan yang biasanya dinyatakan pada pembukaan UUD negara.
                Etika pemerintahan ini juga dikenal dengan sebutan Good corporate governance. Menurut Bank Dunia (World Bank) adalah kumpulan hukum, peraturan, dan kaidah-kaidah yang wajib dipenuhi yang dapat mendorong kinerja sumber-sumber perusahaan bekerja secara efisien, menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang yang berkesinambungan bagi para pemegang saham maupun masyarakat sekitar secara keseluruhan. Lembaga Corporate Governance di Malaysia yaitu Finance Committee on Corporate Governance (FCCG) mendifinisikan corporate governance sebagai proses dan struktur yang digunakan untuk mengarahkan dan mengelola bisnis dan aktivitas perusahaan ke arah peningkatan pertumbuhan bisnis dan akuntabilitas perusahaan.
            Good governance merupakan tuntutan yang terus menerus diajukan oleh publik dalam perjalanan roda pemerintahan. Tuntutan tersebut merupakan hal yang wajar dan sudah seharusnya direspon positif oleh aparatur penyelenggaraan pemerintahan. Good governance mengandung dua arti yaitu :
1.      Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang hidup dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara yang berhubungan dengan nilai-nilai kepemimpinan. Good governance mengarah kepada asas demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
2.      Pencapaian visi dan misi secara efektif dan efisien. Mengacu kepada struktur dan kapabilitas pemerintahan serta mekanisme sistem kestabilitas politik dan administrasi negara yang bersangkutan.

            Untuk penyelenggaraan Good governance tersebut maka diperlukan etika pemerintahan. Etika merupakan suatu ajaran yang berasal dari filsafat mencakup tiga  hal yaitu :
1.      Logika, mengenai tentang benar dan salah.
2.      Etika, mengenai tentang prilaku baik dan buruk.
3.      Estetika, mengenai tentang keindahan dan kejelekan.

Beberapa hal yang dapat menunjang terjadinya good governance:
  1. Transparansi, pengelolaan aset secara transparan oleh pemerintah.
  2. Akuntabilitas, dapat dihitung.
  3. Partisipasi, keterlibatan semua lapisan dalam masyarakat
  4. Pemberdayaan hukum, kontrol terhadap aktivitas.
Dalam melaksanakan good governance ada tiga fokus yang penting dan saling terkait yaitu:
  1. Ekonomi mencakup proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi kegiatan ekonomi dengan memperhatikan aspek-aspek keadilan, kemiskinan dan keadilan hidup.
  2. Politik mempertimbangkan seluruh proses pengambilan keputusan dengan dalam bentuk penyusunan kebijakan
  3. Administratif berkaitan dengan implementasi kebijaksanaan di tingkat nasional dan regional.

Ada 8 karakteristik dalam good governance yang saling mempengaruhi satu sama lain, dimana dalam keterkaitan antara 8 karakteristik ini dapat memberikan keleluasaan bagi kaum minoritas dan juga menekan superioritas dari kalangan penguasa.
1. Partisipasi
            Partisipasi pemerintah dalam pembangunan mempunyai peran penting untuk melakukan pengaturan. Dimana sumber daya alam dan infrastruktur yang dikelola oleh pemerintah bersama swasta haruslah melibatkan masyarakat.
2. Aturan Hukum
            Hukum bertindak sebagai pengatur yang memiliki kekuatan untuk memaksa orang-orang yang terkait dalam pelaksanaan sebuah proses yang sedang berlangsung. Legalisasi dan regulasi yang dilakukan oleh pemerintah menjadi factor penting untuk proses keberlangsungan kehidupan bernegara.
3. Transparansi
            Keputusan diambil dan dilakukan melalui aturan yang diikuti secara benar dan sangat terbuka pada hal-hal yang memang seharusnya bersifat terbuka. Informasi yang ada sangat bebas dan langsung dapat diakses untuk keseluruhan anggota komunitas. Transparansi mengacu kepada ketersediaan dari informasi untuk komunitas umum dan penjelasan tentang aturan-aturan pemerintah, regulasi dan keputusan.
4. Responsif
            Dalam kaidah good governance disini, responsif berarti menyediakan berbagai bentuk layanan kepada setiap komunitas yang tergabung dalam elemen-elemen stakeholder dalam memberikan tanggapan yang cepat terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi. Tolak ukur dalam segi pelayanan dapat dilihat melalui proses birokrasi yang tidak berbelit-belit. Tingkat ukuran pengaturan yang baik dapat dilihat melalui kecepatan tanggap lembaga dalam menyelesaikan masalah tanpa harus melalui proses yang panjang. Mempertahankan sifat responsif dapat dipelihara melalui sistem pengawasan dan pemeriksaan sosial.
5. Berorientasi konsensus
            Pengaturan yang baik, pada dasarnya menggabungkan beberapa kepentingan dari beberapa kelompok sosial dalam satu sistem yang bersifat adil dan tidak memihak, kalaupun ada keberpihakan adalah pada etika dari hubungan sosial antar komunitas atau pihak yang saling berhubungan sosial. Berkaitan dengan kondisi komunitas Indonesia, maka orientasi konsensus ini menjadi sangat penting, dalam arti pengaturan harus dapat menjangkau segala kepentingan dan sifat-sifat komunitas yang berbeda satu sama lain. Adanya perbedaan antar kelompok sosial dan komunitas yang menimbulkan konflik merupakan sebuah usaha bersama untuk membentuk sesuatu yang dapat menampung aspirasi serta kebersamaan dalam memahami aturan yang sama.
6. Adil dan bersifat umum
            Kategori adil dan bersifat umum harus dilandaskan pada etika yang dianut secara bersama, hal ini disebabkan karena keberagaman yang ada dalam komunitas di Indonesia. Dimana dalam hal ini tidak bisa dipaksakan kepentingan suatu komunitas tertentu terhadap komunitas yang lain, konsep satu keadilan bagi semua komunitas harus dapat diterapkan secara adil. Konsep pengaturan yang baik harus didasarkan pada pandangan keadilan yang merata bagi setiap komunitas. Hal ini berguna agar tidak terjadi konflik dikemudian harinya. Munculnya sifat pengaturan yang baik harus berdasarkan konsep yang umum, dimana pengaturan tidak didasarkan pada satu komunitas tertentu.
7. Efektif dan efisien
            Konsep efektifitas dalam good governance berarti suatu proses dan kelembagaan yang menghasilkan pertemuan antara kebutuhan di komunitas dengan menghasilkan sebuah output yang berguna dan juga output yang tidak berguna. Efektifitas dalam hal ini bagaimana proses pengaturan yang baik mampu untuk menekan output yang tidak berguna menjadi seminimal mungkin. Hal ini biasanya tampak pada pengelolaan sumber daya alam. Konsep efisiensi dalam konteks good governance artinya mencakup keberlanjutan pemanfaatan sumber daya alam dan sekaligus melindungi lingkungan. Dimana pemanfaatan sumberdaya alam harus memberikan dampak yang positif bagi komunitas yang ada disekitarnya.
8. Pertanggung jawaban
            Pertanggung jawaban sebagai kunci dari good governance. Tidak hanya kelembagaan pemerintah tetapi juga sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil harus dipertanggung jawabkan kepada komunitas dan juga kepada institusi mereka sebagai stakeholder.

Mengembangkan Struktur Etika Korporasi
            Membangun entitas korporasi dan menetapkan sasarannya. Pada saat itulah perlu prinsip-prinsip moral etika ke dalam kegiatan bisnis secara keseluruhan diterapkan, baik dalam entitas korporasi, menetapkan sasaran bisnis, membangun jaringan dengan para pihak yang berkepentingan (stakeholders) maupun dalam proses pengembangan diri para pelaku bisnis sendiri. Penerapan ini diharapkan etika dapat menjadi “hati nurani” dalam proses bisnis sehingga diperoleh suatu kegiatan bisnis yang beretika dan mempunyai hati, tidak hanya sekadar mencari untung belaka, tetapi juga peduli terhadap lingkungan hidup, masyarakat, dan para pihak yang berkepentingan (stakeholders).

KODE PERILAKU KORPORASI
Code of Conduct adalah pedoman internal perusahaan yang berisikan Sistem Nilai, Etika Bisnis, Etika Kerja, Komitmen, serta penegakan terhadap peraturan-peraturan perusahaan bagi individu dalam menjalankan bisnis, dan aktivitas lainnya serta berinteraksi dengan stakeholders.
Dalam mengimplementasikan Good corporate governance, diperlukan instrumen-instrumen yang menunjang, yaitu sebagai berikut :
1.       Code of Corporate Governance (Pedoman Tata Kelola Perusahaan), pedoman dalam interaksi antar organ perusahaan maupun stakeholder lainnya.
2.       Code of Conduct (Pedoman Perilaku Etis), pedoman dalam menciptakan hubungan kerjasama yang harmonis antara perusahaan dengan karyawannya.
3.      Board Manual, panduan bagi Komisaris dan Direksi yang mencakup Keanggotaan, Tugas,  Kewajiban, Wewenang serta Hak, Rapat Dewan, Hubungan Kerja antara Komisaris  dengan Direksi serta panduan Operasional Best Practice.
4.       Sistim Manajemen Risiko, mencakup Prinsip-prinsip tentang Manajemen Risiko dan Implementasinya.
5.      An Auditing Committee Contract – arranges the Organization and Management of the Auditing Committee along with  its Scope of Work.
6.      Piagam Komite Audit, mengatur tentang Organisasi dan Tata Laksana Komite Audit serta  Ruang Lingkup Tugas.

EVALUASI TERHADAP KODE PERILAKU KORPORASI
            Melakukan evaluasi tahap awal (Diagnostic assessment) dan penyusunan pedoman-pedoman. Pedoman Good corporate governance disusun dengan bimbingan dari Tim BPKP dan telah diresmikan pada tanggal 30 Mei 2005.

Pengaruh etika terhadap budaya :
1.      Etika Personal dan etika bisnis merupakan kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan keberadaannya saling melengkapi dalam mempengaruhi perilaku manajer yang terinternalisasi menjadi perilaku organisasi yang selanjutnya mempengaruhi budaya perusahaan.
2.      Jika etika menjadi nilai dan keyakinan yang terinternalisasi dalam budaya perusahaan maka hal tersebut berpotensi menjadi dasar kekuatan persusahaan yang pada gilirannya berpotensi menjadi sarana peningkatan kerja.

Sumber :
http://maypuspita05.blogspot.com/2013/11/ethical-governance.html
http://vaniaputriajah.blogspot.com/2012/10/ethical-governance-artikel-sap-minggu.html
http://aliajah.wordpress.com/2014/01/01/etika-governance-etika-pemerintahan/

http://rhinii.wordpress.com/2013/12/28/etika-governance/

Kamis, 29 Mei 2014

Description photos organization of social

Description photos organization of social "Amistat"

In my writing, i wanted to show some photos and tell about an event I've ever seen.


In the photo is visible an organization of social "Amistat" are photo session with the children. The organization is conducting social activities in the area of Cikareo village in Bogor, West Java. The organization consists of teenagers who come from jakarta, they went to the village of Cikareo in order to perform various social events there. The Photo was taken during the month of Ramadan by 2013, they take pictures in the field one of the elementary school there. The activities that they are doing there is break fasting together, as shown in the photo below.


In the photo is visible the children of Cikareo village are break fasting together, as a form of one of the activities conducted by the organization. The children looked were enjoying a dish what provided by the organization in the break fasting time.
The organization in addition to conducting activities of break fasting together, they also held an event like study together, as shown in the photo below.


In the photo look a member organization is giving some lessons to children in the village of Cikareo as other forms of social activity they were doing in the village.

This organization doing social activities with the aim to help and fill in the month of Ramadan with a positive activity that one of them by holding a social event in the village of the Cikareo. The event is run is part of the vision and mission of the organization.

Rabu, 07 Mei 2014

"IN TIME"


“IN TIME”

            Early stories in the future when the aging genes turned off, people have to pay in order to stay alive. Everyone stops aging at 25 years of age. In their arm-mounted clock that shows the remaining time of their lives. To prevent overpopulation, currency and time into a tool for buying luxury goods and other necessities. The rich can live forever, while others try to negotiate for the eternal life.
            A poor young man accused of murder when he inherited the profits from a rich man is dead. He was forced to escape from police pursuit like a corrupt FBI named ' Timekeepers '. The young man named Will Sallas (Justin Timberlake) is a 28 years old worker and lives with his mother, Rachel (Olivia Wilde), a 50-year-old. One day, Will rescue a millionaire with a remaining lifetime of more than a century, Henry Hamilton (Matt Bomer), from the pursuit of a group of people who intend to steal the age of Henry. As gratitude, as well as because of the feeling that he had been living in a period that is sufficient, Henry gives the whole rest of the life he had to Will. The death of Henry became a sensation for several security services who believed that Will steal the entire age of Henry and led to his death. Will also try to do resistance, Will eventually run from the pursuit of many parties who want the life that he is holding.
            From the pursuit of it eventually Will go to a city and there Will meet a beautiful girl who is filthy rich will the time be said inventory or which have infinite time, the beautiful girl’s name is Sylvia. From there the one story will start from pursuit by the ' Timekeepers ' or by hunters of the time. And eventually, Will and Sylvia make the system on the city being damaged because of Will and Sylvia who took time from her father that holds 1 million years and after taking it Will and Sylvia share at that time to the poor and to date it is the occurrence of the damage system of the city. And after Will and Sylvia escape from pursuers time, Will eventually run a story recently with Sylvia.



            The message of this film is important to cherish the time we have had, and continue to take advantage of the time we can still have. Time is money. Time is power.



My preferred character in this film is the main character of the film itself, namely Justin Timberlake plays become Will Salas in the film role "in time" will show a pretty terrific acting, why can I say great because Justin's background was not an actor but was a singer, from there we can see a Justin Timberlake can perform its role very well as an actor who has been long in the world of cinema.

Selasa, 22 April 2014

WHAT WILL YOU DO AFTER GRADUATE FROM GUNADARMA UNIVERSITY ?

WHAT WILL YOU DO AFTER GRADUATE FROM GUNADARMA UNIVERSITY ?


            After I graduated from college in the Gunadarma University, I want to be a career woman. I want to work in accordance with my major is accounting. With the work I was able to gain experience in the working world. In addition I also want to make my parents proud of me, because my parents had been educated me until I became a scholar. In addition to working I still want to keep learning and seeking knowledge, because knowledge is very important and there is no limit for us to study wherever and whenever.

WHY ENGLISH IS IMPORTANT TO YOUR MAJOR ?

WHY ENGLISH IS IMPORTANT TO YOUR MAJOR ?

            Accounting is my major , English is important to accounting because English is an international language, so it is important to use it in accounting . Accounting is a science that can be done with manually or by computer, for now many use of accounting science is done using accounting software. The use of accounting software can simplify the accountant to perform activities related to accounting science. Accounting software also has implemented the use of English in the working process, including the names of the account until the end of financial statements.
            The financial statements of various companies even today has a lot to reconcile Indonesian with English in disclosure, because the financial statements are presented for information that can be understood by all parties, both Indonesian citizens and foreign nationals. So the presentation of financial statements with English language can be easily understood by a foreign citizen who wants to know the information in the financial statements. The use of the English language is applied in the financial statements because English is an international language that can be understood foreign nationals.

            So the English language is very important for accountants in performing accounting activities. Because later accountant will report its results in the form of financial statements that are presented with the English language.

Rabu, 22 Januari 2014

Siapa Saya?

Siapa Saya ?
            Dalam tulisan kali ini saya akan bercerita mengenai siapa diri saya, mulai dari perjalanan hidup saya sejak saya lahir hingga saat ini.
            Nama saya Eka Selvy Indriany, biasa dipanggil Eka atau Selvy, banyak teman-teman saya yang memanggil saya dengan Eka dan tidak sedikit pula teman-teman saya yang memanggil saya dengan Selvy. Mengapa itu semua bisa terjadi? karena sejak saya lahir orang tua saya sudah menetapkan nama panggilan saya yaitu Selvy, namun sejak saya menginjak bangku pendidikan di Sekolah Dasar(SD) banyak teman-teman bahkan guru-guru saya yang memanggil saya dengan awalan nama saya yaitu Eka, sejak saat itulah saya mempunyai dua nama panggilan yaitu Eka dan Selvy, sehingga teman-teman di lingkungan rumah saya memanggil saya dengan Selvy, sedangkan teman-teman di sekolah saya memanggil saya dengan Eka dan panggilan Eka itu sudah melekat di diri saya hingga saya besar sampai saat ini.
            Saya seorang anak perempuan yang saat ini sudah menjadi seorang anak perempuan dewasa. Mengapa saya menyebut diri saya dewasa? karena saya menganggap diri saya ini bukan anak kecil lagi, melainkan seorang perempuan dewasa yang sudah menginjak umur 20an. Saya lahir di Jakarta tepat pada tanggal 14 April 1993, saya dilahirkan di tengah-tengah keluarga sederhana. Saya anak pertama yang lahir di keluarga orang tua saya, selama enam tahun sejak saya lahir saya merasakan betapa indahnya menjadi anak tunggal dikeluarga saya, namun setelah enam tahun berlalu saya bukan lagi menjadi seorang anak tunggal di keluarga saya, karena saya mempunyai saudara kandung di tahun 1999 dia seorang anak perempuan juga dan tepat pada saat itu saya berubah menjadi seorang kakak yang mempunyai adik. Sehingga bisa dikatakan sekarang saya merupakan anak pertama dari dua bersaudara.
            Saya mengenal dunia pendidikan sejak saya berumur kurang lebih empat tahun, karena pada saat itu saya dibawa oleh orang tua saya untuk bergabung dan mengikuti TK Balita pada saat itu. Mungkin bukan saat berumur empat tahun saja saya mengenal pendidikan, karena pendidikan itu sudah diberikan oleh setiap anak sejak dalam kandungan seorang ibu, iya, pendidikan mulai dari pesan-pesan yang diucapkan oleh seorang ibu saat mengandung kepada sang bayi dalam kandungannya itu juga merupakan pendidikan bukan? dan sejak dilahirkan sampai saatnya ia mengenyam pendidikan diluar keluarga, seorang anak pun juga sudah menerima pendidikan dari keluarganya.
            Lanjut lagi dengan perjalanan kehidupan saya, setelah saya berhasil mengenyam pendidikan di TK Balita kemudian orang tua saya membawa saya menuju TK yang sesungguhnya, yaitu TK nol besar (sebutan TK setelah TK nol kecil yaitu TK balita), saya tumbuh menjadi seorang anak yang cukup pintar saat itu karena dalam segala perlombaan saya sempat menjadi juara dan membawa sejumlah piala untuk dibawa pulang sebagai hadiah yang berharga menurut saya pada saat itu. Pada saat itu saya sempat bergabung juga di sebuah sanggar tari dan sempat mengikuti sebuah pentas untuk melakukan ujian dalam sanggar tari tersebut, saya diajarkan beberapa macam tarian dan senangnya saya bisa melakukan itu dengan baik, tapi saat ini saya sudah lupa semua gerakan tarinya, yang saya ingat hanya beberapa lagu iringannya saja. Tidak hanya sanggar tari yang saya ikuti pada saat itu, saya juga mengikuti sebuah lembaga pendidikan untuk belajar memahami agama yaitu mengaji.
            Dalam keluarga saya, saya mempunyai seorang ibu yang sangat sabar dalam mendidik saya sejak kecil hingga saya besar, dan saya juga mempunyai seorang ayah yang cukup tegas dalam mendidik saya, ketegasan yang diberikannya kepada saya membuat saya disiplin dalam segala hal dan kedisiplinan itu yang selalu saya terapkan hingga saya beranjak dewasa hingga saat ini. Tidak ada pendidikan dari orang tua yang merugikan karena semua pendidikan yang dibekalkan untuk kita semua dari orang tua kita itulah untuk menjadikan kita seorang anak yang terbaik nantinya.
            Selanjutnya saya meneruskan pendidikan yaitu ke Sekolah Dasar di jakarta, selama enam tahun saya dibimbing oleh guru-guru terbaik di sana. Dan pada saat itu kegiatan saya tidak hanya diisi dengan sekolah saja karena orang tua saya membawa saya untuk meneruskan sanggar tari namun berbeda tempat dari yang sebelumnya, sanggar tari yang saya ikuti pada saat itu merupakan sanggar tari adat Jawa Timur, orang tua saya memilihnya karena mereka berasal dari daerah yang sama yaitu Jawa Timur, namun kegiatan saya dalam tari itu pun tidak berlangsung lama, hanya selama kurang lebih satu sampai dua tahun karena saya pada saat itu merupakan anak yang penakut dan cengeng sehingga orang tua saya memutuskan untuk menghentikannya.  
            Setelah saya menyelesaikan Sekolah Dasar saya melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama di Jakarta. Di sana saya mulai mengenal suatu pembelajaran mengenai pembukuan yaitu “Jasa Niaga” ketertarikan saya mengenai pembelajaran tersebut membawa saya untuk meneruskan sekolah ke Sekolah Menengah Kejuruan di Jakarta yang pastinya saya memilih jurusan “Akuntansi”. Tiga tahun saya mengenyam pendidikan mengenai dasar-dasar akuntansi di sekolah tersebut, pengetahuan saya pun semakin bertambah tentang akuntansi tersebut. Kemudian setelah saya menyelesaikan sekolah saya, orang tua saya pun menyarankan saya untuk meneruskan pendidikan saya ke perguruan tinggi, akhirnya saya memenuhi semua saran yang diberikan orang tua saya pada saat itu.
            Saya masuk dan bergabung untuk melanjutkan pendidikan saya di Universitas Gunadarma, di sini saya memilih untuk bergabung di Fakultas Ekonomi tentunya dalam jurusan Akuntansi, saya berharap saya bisa menjadi seseorang yang berguna nantinya untuk Bangsa dan Negara, serta saya berharap untuk bisa membahagiakan kedua orang tua saya, mengingat karena merekalah yang sudah merawat, membimbing serta melindungi saya sejak kecil hingga saya dewasa seperti ini.

            Cita-cita serta tujuan hidup yang membuat saya untuk terus berusaha menjalani semuanya dan berusaha untuk terus belajar, belajar dan belajar. Perjalanan hidup saya serta perjalanan pendidikan saya tidak putus sampai di sini, karena saya akan tetap melanjutkannya hingga saya bisa menjadi seseorang yang terbaik dalam hidup saya, serta meraih cita-cita dan tujuan saya. Semangat, Berusaha, Belajar, dan Berdoa, karena kesuksesan akan datang untuk kita semua. J Terima Kasih. J